Acara tersebut mengusung tema "Perlindungan nasabah dalam transaksi perdagangan berjangka". Kegiatan ini di mulai sekitar pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai kurang lebih pukul 17:00 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan upaya dari Badan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan bersama Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo), dan PT. Equity World Futures (EWF) dari Cirebon untuk mensosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat serta media di Pekalongan dan sekitarnya
Dalam acara ini hadir pula Ernest Firman selaku pimpinan cabang PT EWF Cirebon, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang, Budi Susanto selaku Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan Zulfan selaku perwakilan dari Aspebtindo dan beberapa tokoh yang lain.
Dikutip dari laman resmi Radar Pekalongan Ernes Firman mengatakan bahwa selain untuk melebarkan bisnis dan menambah nasabah di Pekalongan, PT EWF juga ingin mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Pekalongan. "Jadi mereka tidak harus datang ke Cirebon, tetapi kita yang akan membawa bisnis ini ke Pekalongan agar nantinya bisa bersama-sama dilakukan", ungkapnya.

Budi Susanto juga menambahkan bahwa pentingnya pemahaman bulan literasi PBK di daerah daerah termasuk di Pekalongan. "Kurangnya literasi, apapun itu jenis perusahaannya, yang terpenting cek 2L terlebih dahulu yaitu Legalitas dan Logis atau tidak, dari mana mendapatkan keuntungan dan perputaran dananya", katanya.
Program ini diharapkan bisa menambah pemahaman masyarakat Pekalongan dan sekitarnya tentang peluang dan resiko produk derivatif perdagangan berjangka.
Acara ini juga turut mengundang beberapa mahasiswa di sekitar wilayah Pekalongan, para pengusaha, dan masyarakat umum. Dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengirim delegasi yang di ambil dari pengurus UKK KOPMA UIN GUSDUR yaitu Slamet Bejo dan Oktaviana Lestari serta didampingi oleh M. Arif Kurniawan selaku pembina KOPMA.
Slamet Bejo salah satu perwakilan delegasi dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengatakan bahwa acara ini memiliki manfaat salah satunya mengajarkan kita sebagai anak muda untuk mahir berinvestasi berjangka komoditi. "Sebagai generasi muda manfaat daripada mengikuti acara talkshow bulan literasi perdagangan berjangka komoditi tidak lain yaitu memberikan kita wawasan tentang apa saja yg bisa kita lakukan sebagai generasi yg melek akan investasi berjangka komoditi yg mempunyai berbagai keuntungan untuk masa yang akan datang" ungkapnya. Slamet Bejo melanjutkan bahwa ia berharap bisa menularkan ilmunya kepada anggota kopma yang lain."Harapan saya setelah mengikuti talkshow tersebut ingin mengajak anggota kopma melek akan investasi dan harapan saya nantinya penyimpanan SW(simpanan wajib) anggota bisa diakses dengan digitalisasi agar lebih aman dalam mengelola sistem keuangan koperasi mahasiswa (KOPMA) UIN K.H. Abdurrahman wahid pekalongan khususnya", lanjutnya dalam sesi wawancara via Whatsapp.