Acara ini menghadirkan dua pemantik yang akan mengupas nilai-nilai perjuangan Gus Dur dalam bingkai kearifan lokal dan pemberdayaan berbasis kemanusiaan. Pemantik pertama, Abdul Hamid dari Gusdurian Pertama STAIN Pekalongan, Mas Hamid membahas Gus Dur dan Kearifan Lokal. Diskusi ini akan mengupas bagaimana pemikiran Gus Dur mampu berinteraksi dan selaras dengan budaya lokal dalam mendorong transformasi sosial yang lebih inklusif dan toleran.
Sesi berikutnya diisi oleh M. Arif Kurniawan, yang semasa hidup Gus Dur pernah dijuluki sebagai ABG (Anak Buahe Gus Dur) dan pernah mempunyai Pengalaman Spiritual dengan Gusdur. Mas Arif mengangkat tema Pemberdayaan Berbasis Kemanusiaan, mengulas gagasan besar Gus Dur dalam menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai basis utama dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.
Acara Ngaji Gusdur ini terbuka bagi masyarakat umum, namun dengan kuota terbatas. Antusias Audiens dalam forum ini dapat menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi para audiens untuk terus meneladani perjuangan dan pemikiran Gus Dur dalam membangun masyarakat yang adil, demokratis, dan berkeadaban.
Masih ada Ngaji Gusdur hari kedua pada Selasa, 18 Maret 2025 dan hari ketiga pada Rabu, 19 Maret 2025. Panitia Pelaksana bersama Ngaji Gusdur Tahun 2025.
Penulis : Adelia Delima Agustin
Editor : Hilda Safitri & Adelia Delima Agustin